Waspada Pada Luka di Sekitar Area Miss V - Klinik Raphael

  • click to rate

    Penyakit menular seksual, infeksi jamur, atau infeksi bakteri dapat menyebabkan sariawan di vagina. Istilah "sariawan" mengacu pada peradangan yang berkembang pada permukaan mukosa, seperti bibir, vagina, atau mulut. Ternyata sariawan juga bisa menyerang vagina, selain mulut dan bibir. Tentu saja sariawan di vagina berbeda dengan sariawan di bibir atau di mulut.

    Ketika mereka mengalami sariawan di bibir mereka, terutama dalam situasi dan gejala tertentu, banyak wanita khawatir. Karena vagina rentan terhadap iritasi dan infeksi bakteri, menjaga kebersihan di area kewanitaan sangat penting.

    Sariawan dapat berkembang jika area kewanitaan tidak dijaga kebersihannya. Mari kita bahas lebih detail tentang sariawan vagina ini agar Anda bisa lebih memahaminya.

    Penyebab sariawan di vagina

    Ada penyebab lain selain infeksi bakteri yang dibawa oleh pasangan seksual yang dapat menyebabkan sariawan di vagina. Sariawan di vagina disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

    Penyakit menular seksual

    Penyebab paling sering dari sariawan vagina adalah infeksi dari bakteri menular seksual, seperti sifilis dan herpes genital. Herpes ditandai dengan gelembung kecil berisi cairan berwarna merah tua.

    Luka yang disebabkan oleh infeksi virus Treponema pallidum dapat menjadi salah satu gejala umum penyakit sipilis. Gejala kedua penyakit menular seksual ini dapat dikategorikan sebagai sariawan vagina karena menyerupai gejala sariawan.

    Infeksi jamur

    Penyebab berikut adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur vulvovafinal candidiasis dan memiliki gejala sebagai berikut:

    1. Di daerah kewanitaan, gatal.
    2. Mengalami kesulitan buang air kecil atau disuria
    3. Ketidaknyamanan selama aktivitas seksual.
    4. Keluarnya cairan abnormal dari serviks.

    Infeksi bakteri

    Bakteri Streptococcus atau staphylococcus yang menginfeksi daerah genital wanita merupakan bakteri penyebab sariawan vagina. Jika ada banyak rambut di daerah vagina, infeksi dapat memburuk.

    Infeksi parasit

    Sariawan dapat disebabkan oleh parasit seperti kudis atau kutu rambut, yang menyebabkan tanda gatal dan bekas gigitan berwarna kemerahan.

    Peradangan

    Sariawan di vagina dapat disebabkan oleh sejumlah peradangan, termasuk:

    1. Peradangan sistem pencernaan atau penyakit Crohn.
    2. Peradangan pembuluh darah (penyakit Behcet).
    3. Ruam kulit yang disebabkan oleh sindrom Stevens-Johnson.
    4. Penyakit Darier
    5. Peradangan selaput lendir genital (penyakit lichen planus erosif).
    6. Luka kaki atau pioderma gangrenosum.
    7. Benjolan kecil atau hidradenitis suppurativa di bawah kulit.

    Kanker vulva

    Wanita yang lebih tua lebih mungkin mengalami kondisi ini, yang dapat menyebabkan sariawan vagina.

    Sensitivitas kulit

    Vagina adalah organ yang sensitif dan lembab dengan banyak lipatan yang mudah teriritasi. Dermatitis, istilah untuk sariawan di vagina yang disebabkan oleh iritasi kulit, memiliki penyebab sebagai berikut:

    1. Tidak menjaga kebersihan diri.
    2. Produk kecantikan vagina.
    3. Sisa deterjen pada pakaian dalam wanita.
    4. Bahan yang digunakan untuk membuat celana daman.

    Respon alergi

    Sariawan vagina disebabkan oleh reaksi alergi terhadap produk kebersihan kewanitaan atau bahan kosmetik.

    Tanda dan gejala sariawan vagina

    Jika Anda mengalami salah satu dari tanda-tanda berikut, perhatikan baik-baik:

    1. Gatal di sekitar vagina luar biasa buruk.
    2. Buang air kecil menyebabkan rasa sakit dan sensasi terbakar.
    3. ketidaknyamanan selama aktivitas seksual.
    4. Kemerahan dan pembengkakan pada vagina.
    5. ruam kulit di dekat vagina.
    6. Keputihan yang tidak b iasa dan bau yang tidak sedap.

    Bagaimana luka sariawan vagina diatasi?

    Penyebab sariawan vagina menjadi pertimbangan saat mengatasinya, yaitu:

    1. Jika sifilis dan herpes adalah penyakit menular seksual yang menyebabkan luka sariawan. Resep antivirus digunakan untuk mengatasi herpes, sedangkan antibiotik digunakan untuk mengatasi sifilis.
    2. Salep antibiotik, antiinflamasi, penghilang rasa sakit, atau resep untuk membunuh kutu digunakan dalam penanganan sariawan, yang disebabkan oleh peradangan dari infeksi bakteri.
    3. Menghindari bahan-bahan yang mungkin mengiritasi adalah tindakan terbaik jika alergi atau iritasi yang harus disalahkan.