
Kista merupakan benjolan di bawah kulit yang berisi cairan, udara, atau bisa juga zat padat contohnya seperti rambut. Benjolan ini bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun, dan diakibatkan karena berbagai faktor, seperti infeksi, radang, atau keturunan.
Gejala Kista
Gejala utama kista ditandai dengan adanya benjolan yang tumbuh di bagian tubuh tertentu, letaknya sendiri tergantung dari pada jenis kista yang dialami. Benjolan bisa tumbuh di wajah, leher, punggung, telapak tangan, dada, mata dan telapak kaki.
Ukuran benjolan juga akan sangat bervariasi, dan bisa disertai sejumlah gejala berikut:
Penyebab Kista
Kista dapat terjadi pada pria maupun wanita. Tergantung dari pada tipenya, kista bisa terbentuk akibat infeksi, penyumbatan, radang yang terjadi dalam jangka panjang, atau bisa karena penyakit keturunan. Di bawah ini akan dijelaskan penyebab dari kista berdasarkan tipe kistanya.
Kista Baker
Kista Baker atau kista popliteal merupakan benjolan berisi cairan yang terbentuk di area belakang lutut. Benjolan ini bisa menimbulkan nyeri ketika Anda mencoba menekuk atau meluruskan tungkai, serta bisa menyebabkan gerakan penderitanya menjadi terbatas gerakan.
Kista Baker disebabkan menumpuknya cairan pada sendi (sinovial) di belakang lutut. Penumpukan cairan ini bisa dipicu karena peradangan pada sendi lutut, atau cedera lutut.
Kista celah brankial
Kista celah brankial merupakan penyakit bawaan sejak lahir yang ditandai dengan munculnya benjolan di salah satu atau bisa juga kedua di sisi leher anak. Benjolan juga bisa tumbuh di bawah tulang selangka. Kondisi ini terjadi di minggu kelima perkembangan janin.
Kista celah brankial terjadi ketika jaringan pembentuk tenggorokan dan leher tidak berkembang lagi secara normal. Akibatnya, maka terbentuklah celah pada salah satu atau kedua sisi leher.
Kista epidermoid
Kista jenis ini ditandai dengan adanya benjolan yang kecil, keras, yang berwarna kuning kecoklatan, yang berisi cairan kental berbau. Benjolan tersebut tumbuh di area bawah kulit dan secara perlahan bersifat jinak. Kista epidermoid ini bisa tumbuh di kepala, punggung, leher, wajah, dan area kelamin.
Kista epidermoid disebabkan menumpukan keratin (protein pembentuk rambut, kulit dan juga kuku) di bawah kulit. Bila terinfeksi, kista bisa memerah, membengkak dan terasa nyeri.
Baca juga : Cara Ampuh Mengatasi Kista Pada Mata
Kista ganglion
Kista ganglion merupakan benjolan berisi cairan pada sepanjang tendon (jaringan penghubung otot dan juga tulang), dan persendian. Benjolan ini pada umumnya akan tumbuh di lengan dan pergelangan tangan, namun bisa juga tumbuh di kaki dan pergelangan kaki.
Kista ganglion disebabkan menumpukan cairan, akibat osteoartritis serta cedera di tendon atau persendian. Akan tetapi, pada banyak kasus belum diketahui apa yang bisa menyebabkan menumpuknya cairan tersebut.
Kalazion
Kista kalazion adalah kista pada mata atau pembengkakan pada kelopak mata, yang bisa terjadi di kelopak mata atas, kelopak mata bawah, maupun keduanya. Kalazion juga bisa terjadi pada salah satu mata maupun kedua mata.
Kalazion disebabkan karena penyumbatan pada kelenjar meibom atau kelenjar minyak di kelopak mata. Bila terjadi infeksi, kalazion lalu membengkak dan menimbulkan nyeri. Pada beberapa kasus, kalazion bisa menyebabkan gangguan penglihatan.
Mucocele
Mucocele merupakan benjolan yang berisi cairan terbentuk pada area bibir atau di sekitar mulut. Pada umumnya, kista tumbuh di bibir bagian bawah, namun bisa juga tumbuh di bagian mana pun di dalam mulut.
Mucocele terbentuk ketika kelenjar saliva atau ludah tersumbat karena lendir. Walaupun kista ini tidak menimbulkan nyeri dan hanya terjadi sementara, tetapi bisa menjadi permanen bila tidak ditangani.
Kista ovarium
Seperti namanya, kista ovarium merupakan benjolan berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium. Pada umumnya, kista ovarium tidak menimbulkan gejala apapun, bahkan bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu diobati. Akan tetapi, kista ovarium yang bisa bertambah besar bisa menimbulkan nyeri pada panggul, punggung bagian bawah, dan paha.
Kista ovarium pada umumnya terkait dengan siklus menstruasi. Namun pada kasus yang jarang terjadi, kista ovarium bisa muncul akibat pertumbuhan sel yang tidak normal.
Kista payudara
Kista payudara merupakan benjolan berisi cairan, yang bisa berbentuk bulat atau lonjong. Wanita bisa memiliki satu kista atau lebih, pada satu atau kedua payudara. Benjolan pada umumnya lunak, namun kadang juga bisa teraba padat. Kista payudara disebabkan penumpukan cairan dalam kelenjar payudara.
Kista pilar
Kista pilar atau kista trikilemal disebabkan karena penumpukan keratin pada folikel rambut. Benjolan pada kista pilar berbentuk bundar, teraba padat, dengan warna serupa warna kulit. Meskipun bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, kista pilar pada umumnya tumbuh di kulit kepala.
Kista pilonidal
Kista pilonidal merupakan benjolan di bagian atas belahan bokong. Benjolan ini pada umumnya berisi rambut dan kotoran, dan menimbulkan nyeri. Bila terinfeksi, kista pilonidal bisa mengeluarkan nanah dan darah, disertai bau tidak sedap.
Penyebab kista pilonidal belum diketahui dengan pasti. Namun, benjolan diduga tumbuh akibat rambut pada area belahan bokong menembus kulit. Sistem kekebalan tubuh akan menganggap rambut sebagai benda asing, serta memicu tumbuhnya kista.
Kista aterom
Kista aterom atau kista sebaseus merupakan benjolan berisi cairan yang ditemukan di wajah, leher, dada, dan punggung. Benjolan tumbuh perlahan dan bersifat jinak, tetapi bisa menimbulkan nyeri bila benjolan membesar.
Kista aterom disebabkan karena penyumbatan pada kelenjar minyak (sebaseus), atau pada duktus. Kista juga dapat tumbuh akibat karena kerusakan sel pada saat operasi, atau akibat faktor keturunan seperti sindrom Gardner.
Jerawat kista
Jerawat kista adalah tipe jerawat yang terbentuk dari kombinasi bakteri, minyak, dan sel kulit kering yang terperangkap di pori-pori. Jerawat kista pada umumnya berukuran besar seperti bisul, berisikan nanah, dan nyeri bila disentuh.
Jerawat kista bisa terjadi pada semua orang, tetapi lebih sering dialami oleh orang dengan kulit berminyak, dan mengalami ketidakseimbangan hormon. Selain di wajah, jerawat kista bisa tumbuh di leher, bahu, dada, punggung, lengan, dan belakang telinga.
Diagnosis Kista
Dokter dapat mendiagnosis kista dengan cara melakukan pemeriksaan fisik pada benjolan. Namun untuk memastikannya, dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:
Pengobatan Kista
Kista bisa hilang dengan sendirinya tanpa diobati. Pasien bisa mempercepat proses penyembuhan dengan mengompres kista menggunakan kompres hangat. Jangan mencoba untuk sesekali memecahkan kista, karena bisa menyebabkan infeksi.
Bila kista tidak hilang, kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Dokter bisa menghilangkan kista dengan beberapa metode berikut:
Pencegahan Kista
Meskipun pada umumnya kista tidak bisa dicegah, namun beberapa jenis kista bisa dihindari. Sebagai contoh, wanita dengan kista ovarium bisa mencegah terbentuknya kista baru dengan minum pil KB. Kalazion bisa dicegah dengan cara membersihkan kelopak mata menggunakan pembersih yang lembut. Sedangkan kista pilonidal bisa dicegah dengan menjaga kulit agar tetap kering dan bersih, serta tidak duduk terlalu lama.
Baca juga :