Ruqyah Cirebon-Isra Miraj ialah suatu kejadian berarti yang terjalin dalam ekspedisi hidup Nabi Muhammad SAW. Dalam Isra Miraj, Rasulullah Muhammad SAW melaksanakan ekspedisi dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, Palestina mengarah langit ke 7 setelah itu ke Sidratul Muntaha. Ekspedisi yang menembus langit ketujuh itu cuma ditempuh satu malam atas perintah Allah SWT. Di sanalah Nabi Muhammad SAW menerima perintah dari Allah SWT berbentuk shalat 5 waktu. Kenapa dikatakan Isra Miraj?
Apa itu Isra?
Isra merupakan Ekspedisi Baginda Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Al- Aqsa, dengan jarak antara kedua mesjid itu merupakan 1239 Kilometer. Waktu itu Rasulullah menaiki Buraq ditemani malaikat Jibril A. S serta malaikat Israfil A. S.
Apa itu Mi’ raj?
Mi’ raj merupakan ekspedisi Baginda Rasulullah SAW dari Masjidil Al- Aqsa ke Sidratul Muntaha, setelah itu di ekspedisi Baginda berjumpa Nabi- nabi pada tiap langit hingga langit ketujuh.
Sesungguhnya Isra serta Miraj ialah 2 kejadian berbeda. Tetapi sebab 2 kejadian ini terjalin pada waktu yang bertepatan hingga disebutlah Isra Miraj.
Dalam ekspedisi berjumpa Si Pencipta, tidak hanya ditemani malaikat Jibril, Rasullulah mengendarai Buraq, ialah hewan putih panjang, berbadan besar melebihi keledai serta bersayap. Diceritakan Buraq, sekali melangkah dapat menempuh ekspedisi sepanjang mata memandang dalam sekejap buat melewati 7 langit serta berjumpa dengan para penunggu di tiap tingkatan.
Dalam hadits tersebut diceritakan, di langit tingkatan awal, Rasullulah SAW berjumpa dengan manusia sekalian Wali Allah SWT awal di muka bumi, Nabi Adam A. S. Dikala berjumpa nabi Adam, Rasullulah pernah bertegur sapa saat sebelum kesimpulannya meninggalkan serta melanjutkan perjalanannya. Nabi Adam membalasnya dengan membekali Rasulullah melalui doa supaya senantiasa diberi kebaikan pada tiap urusan yang dihadapinya.
Setelah itu di langit kedua, Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Nabi Isa A. S serta Nabi Yahya A. S. Semacam halnya di langit awal, Rasullulah disapa dengan ramah oleh kedua nabi pendahulunya. Sewaktu hendak meninggalkan langit kedua, Nabi Isa A. S serta Yahya A. S pula mendoakan kebaikan kepada Rasullulah. Setelah itu Rasullulah bersama Malaikat Jibril terbang lagi mengarah langit ketiga.
Kemudian di langit ketiga, Rasullulah berjumpa dengan Nabi Yusuf A. S, manusia tertampan yang sempat diciptakan Allah SWT di bumi. Dalam pertemuannya, Nabi Yusuf A. S membagikan sebagian dari ketampanan mukanya kepada Nabi Muhammad SAW. Serta pula di akhir pertemuannya, Nabi Yusuf A. S membagikan doa kebaikan kepada nabi terakhir itu.
Sehabis berpisah dengan Nabi Yusuf A. S di langit ketiga, Nabi Muhammad melanjutkan ekspedisi serta sampailah ia ke langit keempat. Pada tingkatan ini, Rasullulah berjumpa Nabi Idris A. S. Ialah manusia awal yang memahami tulisan, serta nabi yang berdakwah kepada bani Qabil serta Memphis di Mesir buat beriman kepada Allah SWT. Semacam pertemuan dengan nabi- nabi tadinya, Nabi Idris A. S membagikan doa kepada Nabi Muhammad SAW biar diberi kebaikan pada tiap urusan yang dikerjakannya.
Berikutnya di langit kelima, Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Nabi Harun. Ialah nabi yang mendampingi saudaranya, Nabi Musa A. S berdakwah mengajak Raja Firaun yang menyebut dirinya tuhan serta kalangan Bani Israil buat beriman kepada Allah SWT. Harun populer selaku nabi yang mempunyai keahlian berdialog serta meyakinkan orang. Di langit kelima, Nabi Harun mendoakan Nabi Muhammad SAW tetap senantiasa menemukan kebaikan pada tiap perbuatannya.
Pada langit keenam, Nabi Muhammad SAW serta Malaikat Jibril berjumpa dengan Nabi Musa A. S. Ialah nabi yang mempunyai jasa besar dalam melepaskan Bani Israil dari perbudakan serta menuntunnya mengarah kebenaran Illahi. Sepanjang berjumpa dengan Muhammad SAW, Nabi Musa A. S menyongsong seperti kedua teman lama yang tidak sempat berjumpa. Saat sebelum Nabi Muhammad pamit meninggalkan langit keenam, Nabi Musa melepasnya dengan doa kebaikan.
Ekspedisi terakhir, Nabi Muhammad SAW ke langit ketujuh berjumpa dengan teman Allah SWT, ayahnya para nabi, Ibrahim A. S. Sewaktu berjumpa, Nabi Ibrahim lagi menyandarkan punggungnya ke Baitul Makmur, ialah sesuatu tempat yang disediakan Allah SWT kepada para malaikatnya. Tiap harinya, tidak kurang dari 70 ribu malaikat masuk ke dalam. Setelah itu Nabi Ibrahim mengajak Muhammad buat berangkat ke Sidratul Muntaha saat sebelum berjumpa dengan Allah SWT buat menerima perintah harus salat. Sidratul Muntaha merupakan suatu tumbuhan besar yang terletak di langit ketujuh. Dia merupakan pemisah. Diucap muntaha( akhir) sebab dia ialah batasan akhir dari suatu ekspedisi. Tidak terdapat satu makhluk juga yang sempat melewatinya kecuali Rasulullah Shallallahu‘ Alaihi Wa sallam. Sebaliknya Tumbuhan Sidr merupakan Tumbuhan Bidara.
Masih dalam hadits yang sama, Rasullulah SAW menggambarkan wujud raga dari Sidratul Muntaha, ialah berdaun lebar semacam kuping gajah serta buahnya yang menyamai tempayan besar. Tetapi karakteristik raga Sidratul Muntaha berganti kala Allah SWT tiba. Apalagi Nabi Muhammad SAW sendiri tidak dapat berkata- kata menggambarkan keelokan tumbuhan Sidratul Muntaha. Pada keyakinan agama lain, Sidratul Muntaha pula dimaksud selaku tumbuhan kehidupan. Di Sidratul Muntaha inilah Nabi Muhammad berdialog dengan Allah SWT, buat menerima perintah harus salat 5 waktu dalam satu hari.
Ekspedisi Rasulullah dikala itu tidak lah gampang, walaupun dia dimuliakan oleh Allah SWT senantiasa saja Nabi Muhammad SAW dihadapkan dengan bermacam godaan. Godaan awal, kala nabi ditawari meminum khamar ataupun susu, tetapi Rasulullah lebih memilah susu. Sepanjang ekspedisi Nabi Muhammad SAW pula senantiasa diganggu dengan panggilan dari setan, iblis serta wanita penggoda.
Kala menggapai Sidratul Muntaha di langit ketujuh hingga ekspedisi Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah Allah SWT sudah berakhir. Perintah yang diterima Rasulullah dikala itu ialah berbentuk perintah sholat 50 waktu dalam satu hari. Tetapi kala menerimanya, Nabi Muhammad SAW diperingatkan oleh nabi Musa A. S buat mencermati keahlian umatnya.
Menyadari perihal itu membuat Nabi Muhammad SAW memohon keringanan pada Allah SWT sehingga perintah sholat diringankan jadi 5 waktu dalam satu hari. Semenjak dikala seperti itu umat Muslim wajib melaksanakan shalat harus 5 waktu ialah:
- Subuh
- Zuhur
- Ashar
- Magrib
- Isya
Dengan terdapatnya cerita ekspedisi ini mudah- mudahan bisa mempertebal keimanan dengan tidak meninggalkan shalat 5 waktu yang disyariatkan.
Kejadian Isra Miraj pula sudah tertuang dalam Al- Quran pesan (AL) Isra:
" Maha Suci Allah, yang sudah memperjalankan hamba- Nya pada sesuatu malam dari Al- Masjidil Haram ke Al- Masjidil Aqsha yang sudah Kami berkahi sekelilingnya supaya Kami perlihatkan kepadanya sebagian isyarat kebesaran Kami. Sebetulnya Ia merupakan Maha Mendengar lagi Maha Memandang".
Demikian cerita tentang gimana kejadian Isra Miraj terjalin. Mudah- mudahan senantiasa jadi pengingat kita buat senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT.آمِيْنيَارَبَّالعَالَمِيْنَ
Referensi: Cara Mengembalikan Sihir